Friday, October 26, 2007

Selamat Jalan Edo Sayang...

edo...

mama membayangkan saat ini kamu tengah berlari bersama jeni di padang rumput yang hijau, nun jauh di sana gunung tinggi menjulang menjadi harapan, langit biru dan pelangi yang indah menaungi hari-hari kalian...

mama memang tak ada di sana, taka da juga si pi'i yang menemanimu bermain...tapi tuhan yang maha pengasih telah memberikan surga impian bagi semua kucing manis seperti kalian...

mama berterima kasih karena kehadiran edo telah membuat hari-hari mama berarti, kalian telah mengajarkan kasih sayang dan ketabahan yang luar biasa besarnya bagi mama...kalian lah yang hadir saat mama lemah dan kosong, sinar mata kalian lah yang membuat mama ingin hidup kembali..

bahagialah di sana karena kasih mama takkan pernah habis...

13 komentar:

Mad Darmawan said...

hiks hiks ... sedih juga ceritanya.

Executioner said...

Seingat saya, 3 hal yang pernah membuat saya menangis dan larut dalam kesedihan:
> Saat Kukung kucing saya saat SMP mati
> Saat dokter memvonis saya ada penyumbatan pembuluh otak saat SMA
> Saat menerima kenyataan ortu seorang yang saya cintai dan akan saya berniat nikahi tidak menyetujui hubungan kami.
Oleh karena itu saya memutuskan tidak akan terlalu memakai perasaan dan jalani kehidupan seikhlas mungkin

Ningtyas said...

si putih kucing gw jg ikutan wafat pas gw TK...sejak saat itu gw traouma memelihara kucing

http://myangelistyas.blogsome.com

dita said...

hiks...memang kehilangan kucing itu bwt trauma...
saya dari kecil saya selalu punya kucing....dan selalu mati di depan mata saya...bukannya terbiasa tapi tetep aja nangis...

YIF said...

2 kucingku juga meninggal hanya selang sehari.. yang pertama meninggal karena tua dan yang satu lagi karena ketabrak mobil.

hiks..hiks..hiks..

Aniek said...

udah ga terhitung ada berapa ekor kucing saya yang mati, baik yang didepan mata maupun yang tidak..
Menangis? Pasti! bahkan mata sampe bengkak menangisinya..

dta said...

Cerita nya mengingat kan aq sama pemikiran2 ku tentang kucing2 ku yg udah mati.
Kucing terakhir yg aq punya nama nya dhodot dia gak mati tapi di tinggal di palembang karena kami mesti pindah ke kota laen.
Tadi nya asa rencana buat di bawa
tapi karena dhodot bukan tipe kucing yg suka jalan2 jd terpaksa di tinggal.
Sedih nya ampe skg tapi live must go on right.

adibside said...

saya sayang sekali dengan kucing... sampai tidur ku ditemani mereka.... sampai kucing2 jalanan ku beri makan.... kali cinta ku habis untuk kucing... dan sampe skr belum punya kekasih... dan aku tidak menyesali hal ini. dan sekarang saya meninggal kan ke 5 kucing saya untuk bekerja keluar... dan ibu merawat mereka... kangen berat... hik

yg2 n me said...

kucing aku juga pernah mati di depan mataku..smpai bengkak mata ngis nya...usah bilang yang ketabrak mobil..itu aja udah buat aku nggak tidur malam

Odeth said...

maaf ya aku nggak bisa baca artikel ini sampai habis..terlalu menyayat perasaan! Menyedihkan memang ditinggal pergi kucing. Habis, mereka sudah seperti keluarga. Buat saya semua kucing adalah saudara, biarpun saya tidak kenal tapi saya ikut sedih mendengar ada kucing meninggal.
R.I.P Edo, semoga kamu bahagia di alam sana.

bungas said...

hiks...
sama nasib ya

bungas said...
This comment has been removed by the author.
q2tatu@gmail.com said...

ku pernah nemu anak kucing di jalan dekat sekolah SD, kira2 umurnya 1 bulanan, yg buat aku kaget, anak2 SD menyiksanya dengan cara tidak manusiawi dan tidak terdidik, mereka memasukkaannya kedalam air selokan, dan menenggelami, aku langsung aja melarang anak2 itu dan menamparnya keras walau disitu ada orang tuanya yg sedang menjemput anak2nya. aku bawa anak kucing itu ke rumahku. setelah dirumah kucing itu tdk bergerak sama sekali, tubuhnya penuh dengan kotoran dari selokan, dan perutnya mengembung, aku gk bisa berbuat apa2 karna aku kurang berpengalaman T_T aku coba menekan dadanya, dan orangtuaku bertugas untuk menghangatkan handuk lembut untuk digunakan selimutnya, dan aku terus berusaha menekan dadanya hingga akhirnya beberapa air keluar dari mulutnya, tapi itu gk berhasil, aku terus berusaha selama kurang lebih 2 jam, dan akhirnya kucing itu meninggal, aku masih inget hari kamis jam 18.10 setelah adzan maghrib tiba...T_T aku minta maap...aku gk bisa nolongin kamu...aku bodoh...aku gk berdaya...aku disini mendoakan kamu semoga senang di alam sana, kami sekeluarga cinta kamu, dan semua keluarga kucing...

dan sekarang, kami mempunyai 1 teman barumu, ada disini dirumah ini, hingga sekarang, kami akan menjaganya, merawatnya, menyayanginya, seperti kami menyayangimu, dan semua keluarga kucing. I love you "si Bule" selamat jalan sayang...